YOI dan IYE Luncurkan Kartu Prima

Jakarta – Kartu Prima: Kartu Prabayar, Pendanaan untuk membantu mantan atlet yang hidup memprihatinkan

Nama bangsa Indonesia merupakan suatu perjuangan bagi para atlet. Upaya mereka menggoreskan tinta emas dalam sejarah olahraga di Indonesia patut dihargai. Namun, kehidupan masa pensiun mereka justru memprihatinkan.

Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) peduli akan keadaan ini, maka diluncurkanlah Kartu Prima dengan harapan dapat membantu mereka, tetapi, YOI juga memerlukan bantuan pihak lain untuk mewujudkan tujuannya. Untuk itu YOI bekerjasama dengan IYE, yang dimulai dengan penandatanganan MOU, Rabu 30 November 2011, di Jakarta, yang dihadiri para pengusaha muda anggota Indonesia Young Entrepreneurs (IYE).

Christovita Wiloto, Chairman dan Founder IYE mengatakan anggota IYE dapat berjualan kartu prima yang memiliki misi sosial dimana hasil penjualan digunakan untuk membantu para mantan atlet Indonesia yang hidupnya memprihatinkan. Kami juga akan menyiapkan para mantan atlet untuk berwirausaha karena kejayaan sebagai atlet terbatas pada rata-rata usia 30 tahunan.

Dalam acara tersebut, legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono, mengharapkan para mantan atlet mendapat penghargaan yang layak sesuai dengan prestasi yang telah mereka raih. Karena itu, Rudy yang juga pembina Yayasan Olah Ragawan Indonesia (YOI) mengajak masyarakat ikut dalam penggalangan dana untuk mantan atlet yang kehidupan perekonomiannya berada di bawah garis kemiskinan.

Bekerja sama dengan dengan Indonesia Young Entrepreneurship (IYE), YOI meluncurkan kartu perdana Prima. “Melalui penjualan kartu pulsa jenis Prima dari PT Telkomsel itu, nantinya YOI mendapat kucuran dana yang dialirkan kepada mantan atlet yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Karena YOI berdiri tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah, namun kami mencoba dukungan dari seluruh masyarakat “, ujar Rudy..

Rudy menegaskan tidak semua mantan atlet hidupnya berkecukupan seperti halnya Yayuk Basuki, Susi Susanti, dan Alan Budikusuma. Masih banyak mantan atlet yang hidupnya terlunta-lunta. Ada yang menjadi petugas parkir, tukang ojek, juga penjual teh botol. Mantan atlet seperti itu, kata dia, memerlukan uluran tangan dan bantuan dari pihak-pihak swasta. Diharapkan hidupnya bisa berubah dengan penjualan kartu Prima itu. Namun, tidak semua mantan atlet menerima bantuan. Ada pula mantan atlet yang menjadi donatur bagi rekan-rekannya melalui YOI.

Melihat keadaan mantan atlet yang memprihatinkan ini, YOI terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam membantu mereka melalui program-program sosial yayasan. Supaya program-program sosial ini berjalan dengan lancar dan sukses, diperlukan pendanaan yang ‘sehat’. Untuk itu, YOI bekerjasama dengan Telkomsel meluncurkan Kartu Prima.

Kartu Prima adalah kartu prabayar yang dimana beberapa persen dari hasil penjualannya diperuntukkan bagi mantan atlet yang hidupnya memprihatinkan. Para mantan atlet yang telah berjasa mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan bergengsi internasional ini perlu kita hargai perjuangannya. Mereka telah mengorbankan segalanya untuk bangsa ini, oleh karena itu sudah sepatutnya masyarakat Indonesia menunjukkan kepeduliannya.

Kartu Prima mencoba untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat. Ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan; dibutuhkan bantuan dari pihak lain agar hal ini dapat terwujud. Mengingat hal tersebut, YOI menggandeng IYE! Untuk bekerjasama.

Indonesia Young Entrepreneurship (IYE) merupakan wadah berkumpulnya lebih dari 8000 pengusaha muda Indonesia yang prima, etis, berintegrasi. Keikutsertaan IYE sebagai anggota United Nations Global Impact (UNCG) menunjukkan komitmennya sebagai suatu organisasi yang bertanggungjawab.

Kedepannya, diharapkan melalui kerjasama YOI dan IYE! melalui Kartu Prima ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang tergerak hatinya untuk turut andil dalam menyukseskan kemajuan olahraga di Indonesia.